Menapaki Gerbang Akhir Studi: Mahasantri Semester 6 Dibekali Teknik Penulisan Risalah

Genggong – Dalam rangka mempersiapkan penyusunan risalah akhir bagi mahasantri tingkat akhir, Ma’had Aly Zainul Hasan Genggong mengadakan kegiatan pendampingan dan pengarahan penulisan risalah akhir bagi mahasantri semester 6 pada Kamis, 4/06/2026. Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan Ma’had Aly dan dipimpin langsung oleh Mudir Ma’had Aly, Ust. Dr. Ahmad Muzakki, M.H.

Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa risalah akhir merupakan karya ilmiah yang menjadi salah satu syarat akademik bagi mahasantri untuk menyelesaikan studi di Ma’had Aly. Oleh karena itu, penulisan risalah harus dilakukan dengan penuh kesungguhan, mengikuti kaidah ilmiah yang berlaku, serta mencerminkan kompetensi keilmuan yang telah diperoleh selama masa pembelajaran.

Pada kesempatan tersebut, Mudir Ma’had Aly menyampaikan beberapa poin penting yang harus menjadi perhatian seluruh mahasantri dalam menyusun risalah akhir. Pertama, beliau menegaskan bahwa risalah wajib ditulis menggunakan bahasa Arab atau Arab Pegon. Ketentuan ini bertujuan untuk menjaga tradisi akademik pesantren sekaligus melatih kemampuan mahasantri dalam mengkaji dan mengungkapkan gagasan ilmiah menggunakan bahasa sumber keilmuan Islam.

Kedua, terkait bentuk dan model penulisan, beliau menjelaskan bahwa mahasantri dapat memilih beberapa model karya ilmiah yang sesuai dengan bidang kajian yang diminati. Di antaranya adalah takhrij hadis, syarah, hasyiyah, ta’lif, maupun tashnif. Berbagai model tersebut diharapkan mampu memberikan ruang bagi mahasantri untuk mengembangkan kemampuan penelitian, analisis, dan penulisan ilmiah sesuai dengan karakteristik disiplin ilmu hadis.

Selain itu, beliau juga menekankan bahwa tema penelitian harus memadukan antara Ulumul Hadis dan Fiqhul Hadis. Hal ini disesuaikan dengan takhashshus yang dikembangkan di Ma’had Aly Zainul Hasan Genggong, yaitu Hadits wa Ulumuhu dengan Konsentrasi Hadits Ahkam. Dengan demikian, penelitian yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek sanad, kualitas, dan metodologi hadis, tetapi juga mampu mengkaji kandungan hukum serta implementasi hadis dalam kehidupan umat Islam.

Dalam penjelasannya, beliau berharap agar setiap mahasantri mampu menghasilkan risalah yang memiliki nilai akademik, relevansi keilmuan, serta kontribusi nyata bagi pengembangan studi hadis, khususnya dalam bidang hadis-hadis hukum. Beliau juga mendorong para mahasantri untuk mulai menentukan tema penelitian sejak dini, memperbanyak kajian literatur, dan aktif berkonsultasi dengan para dosen pembimbing agar proses penyusunan risalah dapat berjalan dengan baik dan tepat waktu.

Kegiatan pendampingan dan pengarahan ini berlangsung dengan antusias. Para mahasantri mengikuti sesi pemaparan dan diskusi secara aktif dengan mengajukan berbagai pertanyaan seputar teknis penulisan, pemilihan tema, serta metodologi penelitian yang sesuai dengan standar akademik Ma’had Aly.

Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh mahasantri semester 6 memiliki pemahaman yang lebih jelas mengenai arah dan mekanisme penyusunan risalah akhir, sehingga dapat menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, bermanfaat, serta mencerminkan identitas keilmuan Ma’had Aly Zainul Hasan Genggong sebagai lembaga pendidikan tinggi berbasis pesantren yang berkhidmat dalam pengembangan ilmu hadis dan ulumuhu. (Rizq)