Penguatan Kurikulum Hadis dan Ulumul Hadis Ma’had Aly Zainul Hasan Genggong
Kediri – Ma’had Aly Zainul Hasan Genggong menggelar kegiatan silaturahmi dan review kurikulum bersama Dr. Ahmad Ubaydi Hasbillah, M.A. pada Jumat (19/6/2026) di kediaman beliau, Kediri. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana akademik dan penuh keakraban tersebut menjadi momentum penting untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat kurikulum Konsentrasi Hadis Ahkam yang selama ini dikembangkan di Ma’had Aly Zainul Hasan Genggong.
Dalam forum diskusi tersebut, berbagai aspek kurikulum hadis dan ulumul hadis dibahas secara mendalam. Pembahasan dimulai dari struktur mata kuliah dasar ilmu hadis, khususnya materi Musthalah Hadis, hingga mata kuliah lanjutan seperti Takhrij Hadis, yang menjadi salah satu kompetensi penting bagi mahasantri dalam menelusuri sumber, sanad, dan kualitas hadis.
Para peserta mendiskusikan kesinambungan materi yang diajarkan agar mampu membentuk lulusan yang tidak hanya memahami teori ilmu hadis, tetapi juga memiliki kemampuan praktis dalam melakukan penelitian dan analisis hadis. Kurikulum yang telah berjalan selama ini mendapatkan berbagai masukan konstruktif untuk semakin memperkuat capaian pembelajaran lulusan, terutama dalam bidang kajian Hadis Ahkam.
Salah satu tema yang menarik perhatian dalam diskusi adalah metode khataman hadis yang diperkenalkan dan dipraktikkan di beberapa lembaga keilmuan hadis. Menurut para peserta, metode tersebut tergolong relatif baru dalam tradisi pembelajaran hadis di lingkungan pesantren Indonesia. Berbeda dengan model pengkajian hadis yang lazim dilakukan melalui pembacaan, pemaknaan, dan penjelasan kandungan hadis secara rinci, metode ini dilakukan dengan cara membaca hadis secara bersama-sama hingga tuntas, menyerupai tradisi khataman Al-Qur’an.
Dalam praktiknya, hadis-hadis dibaca secara berurutan sampai selesai tanpa disertai penjelasan makna maupun syarah secara mendalam. Tradisi ini dipandang sebagai salah satu bentuk penghormatan terhadap khazanah hadis sekaligus sarana untuk membangun kedekatan santri dengan kitab-kitab hadis. Meski demikian, forum juga menegaskan pentingnya keseimbangan antara aspek keberkahan khataman dan pendalaman substansi hadis melalui kajian, syarah, serta analisis sanad dan matan.
Dr. Ahmad Ubaydi Hasbillah menyampaikan sejumlah pandangan mengenai pengembangan studi hadis kontemporer dan pentingnya penguatan metodologi dalam pendidikan hadis. Beliau juga memberikan berbagai masukan terkait pengembangan kurikulum yang mampu mengintegrasikan tradisi keilmuan klasik pesantren dengan kebutuhan akademik masa kini.
Kegiatan silaturahmi dan review kurikulum ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Ma’had Aly Zainul Hasan Genggong. Melalui dialog akademik yang terbuka dan konstruktif, Ma’had Aly terus berupaya memperkuat tradisi keilmuan hadis serta menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi mendalam dalam bidang Hadis Ahkam, sekaligus mampu merespons perkembangan kajian hadis di era modern.
Acara ditutup dengan sesi ramah tamah dan foto bersama sebagai simbol penguatan jejaring akademik serta komitmen bersama untuk terus mengembangkan pendidikan hadis yang berkualitas, berakar pada tradisi pesantren, dan relevan dengan tantangan zaman. (Mz/Riz)
