Kediri, 30 Oktober 2026 – Komitmen Ma’had Aly Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong dalam mengembangkan tradisi keilmuan pesantren dan memperluas kontribusi akademik di tingkat internasional kembali ditunjukkan melalui partisipasi dua Muhadirnya dalam konferensi internasional MU’TAMAD 2026 (Al-Multaqa Ad-Dawli Lid-Dirasah Al-Islamiyah Wal Insaniyah Wal Hadariyah).
Dua muhadir tersebut adalah Dr. Ahmad Muzakki, M.H. dan Dr. Imam Syafi’i, M.H. Keduanya hadir sebagai peserta sekaligus panelis (presenter) dalam forum akademik internasional yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, pada 29–30 Oktober 2026.
Konferensi internasional ini mengusung tema “Menuju Pesantren Transformatif dalam Kajian Islam, Kemanusiaan, dan Peradaban Dunia.” Tema tersebut menjadi landasan diskusi untuk memperkuat peran pesantren sebagai pusat pengembangan keilmuan Islam yang tidak hanya berakar pada khazanah keilmuan klasik (turats), tetapi juga mampu merespons berbagai tantangan kemanusiaan dan dinamika peradaban global.
Kehadiran Dr. Ahmad Muzakki, M.H. dan Dr. Imam Syafi’i, M.H. sebagai panelis merupakan bagian dari kontribusi akademisi Ma’had Aly ZAHA dalam memperluas ruang dialog keilmuan, mempresentasikan gagasan akademik, serta membangun jejaring intelektual dengan para ulama, peneliti, dan akademisi dari berbagai lembaga pendidikan dalam maupun luar negeri.
Diikuti Sekitar 200 Panelis dari 10 Negara
Berdasarkan informasi resmi Kementerian Agama Republik Indonesia, MU’TAMAD 2026 mendapatkan antusiasme yang besar dari kalangan akademisi dan komunitas pesantren. Konferensi ini berhasil menghimpun sekitar 200 panelis yang terpilih untuk mempresentasikan karya ilmiahnya secara luring maupun daring. Para panelis tersebut berasal dari 10 negara.
Antusiasme tersebut terlihat dari 670 abstrak yang masuk kepada panitia. Setelah melalui proses seleksi dan penilaian oleh tim reviewer, sebanyak 310 abstrak dinyatakan lolos untuk melanjutkan ke tahap pengiriman naskah lengkap (full paper). Dari tahapan tersebut, sekitar 200 panelis memperoleh kesempatan untuk mempresentasikan hasil kajiannya dalam forum internasional tersebut.
Capaian ini menunjukkan besarnya perhatian komunitas akademik terhadap pengembangan kajian Islam, kemanusiaan, dan peradaban dunia melalui perspektif keilmuan pesantren.
MU’TAMAD 2026 menjadi ruang strategis untuk mempertemukan tradisi keilmuan pesantren dengan perkembangan pemikiran kontemporer. Berbagai isu dibahas dalam forum ini, mulai dari Islam wasathiyah, transformasi kurikulum dan pedagogi pesantren, internasionalisasi jaringan keilmuan, diplomasi budaya, harmonisasi kurikulum dan akreditasi, hingga transformasi digital dan inovasi pesantren.
Melalui forum tersebut, pesantren diharapkan tidak hanya menjadi lembaga yang berperan dalam transmisi ilmu-ilmu keislaman, tetapi juga mampu melahirkan pemikiran solutif terhadap persoalan masyarakat dan tantangan peradaban dunia.
Partisipasi dua muhadir Ma’had Aly ZAHA dalam konferensi ini sekaligus menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya riset, publikasi ilmiah, dan pengembangan kapasitas akademik di lingkungan Ma’had Aly.
Keikutsertaan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan institusi, khususnya dalam mendorong dosen dan mahasantri agar semakin aktif dalam forum-forum ilmiah nasional maupun internasional.
Dengan demikian, keterlibatan Dr. Ahmad Muzakki, M.H. dan Dr. Imam Syafi’i, M.H. dalam MU’TAMAD 2026 bukan sekadar bentuk partisipasi dalam kegiatan akademik internasional, melainkan juga wujud kontribusi Ma’had Aly Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong dalam menguatkan tradisi intelektual pesantren serta mengambil bagian dalam percakapan keilmuan Islam, kemanusiaan, dan peradaban dunia.
