Probolinggo, 10 Juli 2025 — Ma’had Aly Togo Ambarsari, Bondowoso, melaksanakan kegiatan studi banding ke Ma’had Aly Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo. Kegiatan ini diikuti oleh Mudir Ma’had Aly Togo Ambarsari, Ustadz Rifa’i, M.I.F., beserta jajaran civitas akademika dan 23 mahasatri. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antar Ma’had Aly serta mendalami sistem pembelajaran dan strategi pengembangan pendidikan keislaman tingkat tinggi.
Rombongan diterima langsung oleh Mudir Ma’had Aly PP Zainul Hasan Genggong, Ustadz Dr. Ahmad Muzakki,M.H bersama Naib Mudir II, Dr. Imam Syafi’i,M.H serta jajaran dosen dan pengurus Ma’had Aly
Dalam sambutannya, Ustadz Dr. Ahmad Muzakki menyampaikan pentingnya mempererat jaringan antar Ma’had Aly sebagai bagian dari penguatan sistem pendidikan Islam di Indonesia. Ia juga memaparkan sistem pembelajaran di Ma’had Aly Genggong yang telah dirancang untuk mencetak ulama intelektual yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan tradisi keilmuan pesantren.
“Pendidikan di Ma’had Aly harus adaptif terhadap perkembangan zaman, namun tetap berakar kuat pada khazanah keilmuan Islam klasik,” ujar Dr. Muzakki.
Sesi diskusi berlangsung hangat, membahas berbagai aspek mulai dari kurikulum, metode pengajaran, manajemen kelembagaan, hingga tantangan besar yang dihadapi Ma’had Aly di masa depan, seperti digitalisasi pendidikan, regenerasi pengajar, dan penguatan literasi akademik di kalangan mahasantri.
Naib Mudir II, Dr. Imam Syafi’i, juga turut menambahkan pentingnya integrasi antara ilmu-ilmu turats dan kontemporer. Ia menekankan perlunya riset yang kuat serta publikasi ilmiah dari kalangan mahasantri agar peran Ma’had Aly lebih diakui di ranah keilmuan nasional dan internasional.
Ustadz Rifa’i, M.I.F., selaku Mudir Ma’had Aly Togo Ambarsari menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan ilmu yang dibagikan selama kunjungan. “Kegiatan ini sangat membuka wawasan kami. Banyak hal yang bisa kami adaptasi dan kembangkan di Ma’had Aly kami, terutama dalam penguatan kurikulum dan tata kelola kelembagaan,” ucap beliau.
Selain diskusi dan pemaparan materi, rombongan juga diajak berziarah kemakam pendiri Pesantren Zainul Hasan Genggong
Kegiatan studi banding ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama lebih luas antara dua lembaga, termasuk dalam pertukaran pengajar, kolaborasi riset, hingga penyelenggaraan seminar atau diskusi ilmiah bersama.(RV)
