
Genggong — Ma’had Aly Zainul Hasan Genggong melaksanakan Ujian Lisan Semester Ganjil pada tanggal 29 November hingga 02 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasantri sebagai bagian dari evaluasi akademik dan penguatan kompetensi keilmuan yang menjadi ciri khas pendidikan Ma’had Aly.
Ujian lisan ini meliputi beberapa materi utama, di antaranya ujian baca kitab turats (kitab kuning) sesuai dengan jenjang dan mata kuliah yang telah ditempuh, serta hafalan 40 hadits yang menjadi salah satu pilar penting dalam pembentukan keilmuan dan karakter mahasantri. Melalui ujian baca kitab, para mahasantri diuji kemampuan membaca, memahami, dan menjelaskan kandungan kitab secara langsung di hadapan penguji.
Pelaksanaan ujian berlangsung dengan tertib dan khidmat. Setiap mahasantri diuji secara individual oleh dosen dan asatidz pengampu mata kuliah, dengan penekanan pada ketepatan bacaan, pemahaman makna, serta kemampuan menyampaikan penjelasan secara sistematis. Sementara pada ujian hafalan 40 hadits, mahasantri dituntut tidak hanya hafal matan hadits, tetapi juga mampu menyebutkan sumber dan memahami pesan pokok yang terkandung di dalamnya.
Panitia ujian menyampaikan bahwa ujian lisan ini tidak semata-mata bertujuan untuk mengukur kemampuan akademik, tetapi juga sebagai sarana pembinaan mental, kedisiplinan, dan tanggung jawab ilmiah mahasantri. Dengan metode ujian lisan, diharapkan mahasantri terbiasa berinteraksi langsung dengan kitab dan dalil-dalil syariat secara mendalam.
Melalui pelaksanaan ujian lisan semester ganjil ini, Ma’had Aly Zainul Hasan Genggong terus berkomitmen menjaga tradisi keilmuan pesantren yang kuat, sekaligus menyiapkan mahasantri agar memiliki kompetensi ilmiah, integritas, dan kesiapan untuk berkhidmah di tengah masyarakat.
